Senin, 22 September 2008

PENGGANTIAN PORTAL TMR

Pak ER-Te bercerita tentang si Portal merah putih

Pada acara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus 2008 yang dilaksanakan tanggal 23 Agustus 2008 dikompleks Tanjung Mas Raya, sekitar 300 warga hadir. Suasana dan semangat merah putih terlihat karena warga memakai pakaian olah raga dengan warna tersebut. Pada acara ramah tamah setelah gerak jalan santai, terjadilah pembicaraan tentang kompleks yang kita cintai ini.

Pada umumnya warga mulai melihat dan merasakan meningkatnya kebersihan kompeks...berkat usaha gigih dari Kordinator Kebersihan (Pak Humad) dan pasukannya yang 12 orang itu, ya menyapu jalanan, ya memotong pohon, motong rumput, ya membantu Compact Car (Mobil Sampah) mengangkut sampah...yah macam2lah pokoknya masalah kebersihan.

Warga juga merasakan upaya peningkatan keamanan, dengan pemeriksaan Mobil yang masuk baik di Pos Utama (Jl.Lenteng Agung) maupun Pos Jalan Nangka. Satpam mulai nampak gagah dan berwibawa, dengan seragam, pakai helm, drag riem putih, pakai pentungan, tali komando, semua sudah okay berkat usaha Pak Okat dan Pak Gugi yang melengkapi perlengkapan tersebut. Jangan dipikir perlengkapan itu murah...wah waktu diajukan cukup lumayan. Tapi masih masuk dalam budgetnya Bendahara, ya sudah dibelikan saja kata pak ER-TE.

Kembali ke diskusi kumpul-kumpul tadi, Pak Lili (beliau ini Letnan Jenderal, Irjen TNI) yang tinggal diblok A, menyampaikan "Pak ER-TE, Satpam sudah tegas, rapi, wibawa, tapi Portal di Pintu Utama itu kok sudah bengkok, karatan dan digantungi batako.....Sepertinya sangat tidak cocok dengan semua yang sudah diperbaiki. Wah benar juga pendapat itu yang diamini banyak warga. Maka Pak ER-TE minta Pak Djoko (Kord Fasum-Fasos) menghitung berapa pembuatan Portal tersebut, tolong dicontoh yang ada di Hotel Grand Melia....biar keren warnanya merah putih. Wah ternyata harganya lumayan, Untuk Portal sekitar 7 juta. Setelah dipepet-pepet karena kata bendahara uang terbatas, biaya dengan pembuatan portal di Blok D , maka disetujui harga tujuh juta untuk dua portal tersebut.

Maka seperti yang dilihat warga...terpasanglah portal nan gagah, mungkin yang paling gagah dan berwibawa dibandingkan yang dimiliki semua Real Estate di Jakarta. Saat ini ada donatur yang coba didekati pengurus...barangkali saja mau nyumbang biaya portal, kan jadinya uang portal bisa untuk perbaikan portal jalan Nangka. Maklum menjelang Lebaran ini banyak pengeluaran, ya THR pegawai, ya bingkisan lebaran ya tukang sampah, ya bantuan keamanan semuanya ada 55 orang.....maaf ya tidak ada hadiah lebaran untuk pengurus, karena sejak awal kita bertugas ini adalah kerja sukarela dan sosial, ya ibadah intinya. Untung warganya kini sangat baik hatinya ...Bulan Ramadhan mestinya...rata-rata pada membayar iuran dan juga untuk bingkisan Lebaran Pegawai kok pada tepat....Terimakasih warga sekalian ya.

Demikian bagi warga yang membaca tulisan ini, semoga Kompleks Tanjung Mas Raya yang kita tinggali semakin bersih, aman dan nyaman. Mudah-mudahan tidak pada protes2 ya...pengurus mencoba berbuat yang terbaik....Puasa tinggal tujuh hari lagi , semoga kita mendapat rahmat Lailatul Qodar dari Allah SWT. Amin

6 komentar:

imageboks mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
imageboks mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
imageboks mengatakan...

Assalaamu’alaykum wr.wb. Alhamdulillah wa Syukrulillah wa Shollallohu ‘ala Nabiyina Muhammad.

Pak Ketua RT dan segenap pengurus komplek perumahan Tanjung Mas Raya yang kami hormati. Kepada seluruh kaum muslimin Tanjung Mas Raya tidak lupa kami doakan “Taqobbalallahu minnaa wa minkum”

Sebelumnya kami memohon maaf karena tidak mengungkapkan identitas kami, karena kami bermaksud mengajukan masukan yang mana bila kami diketahui identitasnya dikhawatirkan orang yang tinggal dekat dengan kami akan merasa ditunjuk hidungnya padahal belum tentu mereka yang dimaksud.

Adapun masukan dari kami adalah untuk membuat insyaa Allah tinggal di perumahan ini lebih nyaman lagi – tentunya bagi orang menginginkan ketentraman hidup dalam situasi yang tertib dalam koridor hukum-hukum yang berlaku.

(1) Pertama-tama yang menjadi masukan dari kami adalah masalah petugas keamanan. Saat ini seluruh petugas keamanan tampak lebih berwibawa dan ‘sangar’. Memang di satu sisi kita membutuhkan satpam yang ‘sangar’ agar pelaku kriminal menjadi pikir-pikir untuk berbuat jahat, tetapi tentunya di sisi lain kita membutuhkan satpam yang ramah dan murah senyum. Memang jika dihitung-hitung, paling paling hanya satu orang yang kurang ramah, namun bukan berarti tidak perlu dibenahi. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, demikian kata pepatah.

(2) Kedua, adalah pasangan yang pacaran di lingkungan perumahan kita. Seringkali kami memergoki pasangan-pasangan (entah warga atau bukan) tanpa malu-malu duduk di pinggir jalan (kalau ditengah jalan sudah ketrabak kendaraan ya pak….) maupun pasangan di atas kendaraan, duduk berdempetan dan terkadang berpelukan. Dari sudut agama maka pacaran, yang berarti kholwat (berdua-duaan, menyepi) yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang bukanlah pasangan suami istri (pasutri) maupun yang bukan terkait hubungan mahram, adalah terlarang tanpa memandang apakah itu dilakukan di tempat ramai atau sepi, terbuka atau pun tertutup. Dari sisi moral, maka hal tersebut jelas tidak memenuhi norma kepantasan dan membuat warga menjadi tidak nyaman terlebih bagi yang memiliki anak-anak kecil hingga remaja. Jelas itu menjadi bentuk edukasi yang buruk bagi akhlak mereka kelak dan ujung-ujungnya menghilangkan rasa malu dari diri seseorang yang sesungguhnya diperlukan sebagai benteng atas bujukan berbuat maksiat lainnya. “Al-hayaa’u minal iman” – malu adalah bagian dari cabang iman - demikian sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan status hadits shohih. Kami percaya seluruh warga tidak menginginkan perumahan kita menjadi tempat ideal bagi para pasangan yang tidak bertanggung jawab tersebut.

(3) Ketiga, masalah hewan peliharaan. Hewan peliharaan tentunya membutuhkan pengurusan yang baik. Tetapi tidak itu saja, perlu diawasi dengan ketat, terlebih untuk hewan buas semacam anjing, ular atau lainnya. Kami mengetahui adanya anjing yang terlepas dan membahayakan pejalan kaki, bahkan sudah terjadi pula berkali-kali anjing menggigit pejalan kaki. Hal tersebut dapat mengundang kerawanan sosial bila pemilik hewan memandang remeh hal ini. Tidak saja mengundang konflik antar warga namun juga dengan warga non perumahan yang dampaknya bisa lebih complicated.

(4) Keempat, masalah akses masuk kendaraan. Jelas dengan penerapan kartu tamu seperti sekarang ini lebih menjamin rasa aman, namun mungkinkah kartu identitas tidak perlu ditinggal? Tentunya agar tamu lebih nyaman dan mudah untuk keluar dari pintu depan atau belakang.. Solusinya, barangkali bisa dengan menggunakan kamera CCTV di dua pintu masuk dan merekam jenis mobil serta wajah pengemudi ketika dicatat KTP-nya. Memang mahal sih pak…. Atau ada solusi lain?

(5) Kelima, masalah lalu lintas. Di beberapa pengkolan (belokan…) terutama di lajur yang sempit misalnya di pertigaan dekat pintu ke jalan Nangka, pertigaan dekat lapangan (calon sport centre), pertigaan belakang Ruko dan lain-lain perlu diberi garis pemisah agar kendaraan dari masing-masing arah berlawanan berada pada jalurnya masing-masing. Seringkali kami hampir ditabrak mobil atau motor dari arah depan karena mereka membelok dengan mengambil jalur kanan padahal jelas-jelas itu pertigaan yang tidak bisa dilihat apakah ada kendaraan lain atau tidak. Lebih paten lagi pak, kalau diberi kaca spion besar / cermin seperti di jalan-jalan umum yang memungkinkan pengemudi melihat situasi di arah belokan yang dituju.

(6) Keenam dan terakhir, mohon dapat didiskusikan mengenai penanganan: a. warga yang menunggak iuran agar tidak terkesan mempermalukan...
b. masalah 'perang' spanduk dengan pihak BPN. Kesannya seperti kita mau berantem saja pak.... Kami percaya bapak dapat mencari solusi yang terbaik mengenai hal tsb....

Kami kira demikian dulu yang dapat disampaikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Oh iya pak Erte dan seluruh jajarannya, kami mengucapkan: terima kasih atas keikhlasan dan jerih payah yang dilakukan untuk mengurus 'negara' TMR kita ini sehingga menjadi lebih baik dan maju lagi. Wasalaam...

opini-prayitno.ramelan mengatakan...

Yth. Warga TMR pengirim saran yg minta dirahasiakan, sebenarnya tidak apa2, tidak usah sungkan menirim saran ke RT. Mari kita bangun suasana kompleks ini menjadi lebih aman dan nyaman dan bersih. Kami sedang mulai menata sistem baru bagaimana yg terbaik memanage kompleks ini. Saat kini, dari hasil kordinasi dgn pihak kepolisian, ancaman banyak dilakukan dgn kendaraan roda 4, oleh karena itu kami mencoba menangkal dengan pengetatan awal mobil masuk kekompleks. Memang beberapa kegiatan ini kadang agak tidak mengenakkan, tapi harga kemanan sebuah keluarga yg melilih tinggal di komplek sy kira jauh lebih penting dibandingkan rasa krang enak(kadang2). Ttg saran lainnya akan saya bawa dalam rapat RT. Terimakasih masukannya.Salam.Ketua RT.

imageboks mengatakan...

Terima kasih pak atas tanggapan bapak yang cepat. Apapun upaya yang akan bapak dan segenap pengurus lakukan kami percaya akan diapresiasi oleh seluruh warga. Wassalaam.

ucoklaki mengatakan...

Shalom....
Tinggal di TMR cukup nyaman walaupun akhir-akhir ini ada beberapa kejadian kriminalitas yang terjadi. Itu semua menjadi perhatian kita bersama khususnya pengurus dibidang keamanan utk mencari solusi guna terwujudnya keamanan dan ketertiban diperumahan yang kita cintai ini.
Saya sebagai pekerja yang harus hadir dikantor pagi-pagi sekali,saya mohon agar pintu gerbang belakang (jalan nangka) dibuka lebih cepat. Karena saya berangkat dari rumah pkl 04.45 wib, disarankan pd jam tsb pintu gerbang sudah dibuka. karena kalau lewat depan saya harus memutar jauh ke lenteng agung, sementara jalur saya lewat pasar minggu. kalau lewat belakang kan dapat menghemat waktu dan BBM? terima kasih atas perhatiannya. Shalom.